
Dalam pelaksanaan Indonesian Idol tahun lalu (II 4), saya meramalkan Rini menjadi Idol karena factor subyektif. Ramalan saya benar.
Tahun ini, karena favorit saya, Ajie, sudah tersingkir – seperti perkiraan saya sendiri, saya mencoba membuat ramalan lagi secara obyektif. Tersisa tiga kontestan: Aris, Gisel dan Patudu. Siapakah yang akan menjadi Indonesian Idol 5?
Mari kita urutkan Indonesian Idol sejak pertama sampai keempat.
II 1: Joy Tobing (karena masalah kontrak, akhirnya mundur dan diganti Delon)
II 2: Mike
II 3: Ihsan
II 4: Rini
Secara garis keturunan (gen alias suku) dan geografis, hanya Mike saja yang tidak memiliki hubungan dengan Sumatra Utara. Mike saat itu bertarung dengan Judika yang punya garis dari Sumatra Utara. Menurut alasan yang sangat kuat dan sumber yang bisa dipercaya, kekalahan Judika, yang secara kualitas lebih komplit, dari Mike antara lain adalah pertarungan “kekuatan daerah”. Nuansa fanatisme kedaerahan lah yang akhirnya menjadikan Mike sebagai Indonesian Idol.
Dari keempat pelaksanaan II, hanya Delon lah yang berasal dari Jakarta dan tak memiliki ikatan daerah (suku). Selama empat kali II, final selalu diisi finalis yang punya garis keturunan daerah (Batak, Menado, Ambon).
Data Kontestan
Aris: berasal dari Jakarta dengan latar belakang pengamen. Simpati yang mengalir terjadi karena factor emosional. Secara kualitas, boleh dibilang tidak jelek meskipun kemajuannya tidak terlihat karena kematangannya sebagai penyanyi jalanan. Aris adalah penyanyi yang “sudah jadi” (ingat Tia AFI).
Gisel: berasal dari Surabaya. Secara kualitas suara, penampilannya terus membaik meskipun dari segi kostum dan performance selalu dikritik oleh Anang.
Patudu: berasal dari Semarang. Performance nya terus membaik. Memiliki garis keturunan Sumatra Utara dari ayahnya.
Analisa Per Kontestan
Gisel secara teknis sulit masuk ke dua besar mengingat pengirim voting SMS biasanya didominasi cewek yang lebih sering mengirim SMS untuk kontestan cowok. Belajar dari pengalaman Maria di II 3, kekuatan dukungan SMS untuk peserta Surabaya tidaklah sehebat/sekencang dukungan untuk peserta yang mempunyai gen kedaerahan seperti saya sebut di atas.
Jika penentuan Indonesian Idol ada campur tangan non-SMS, feeling saya, Aris akan menjadi Indonesian Idol tahun ini. RCTI perlu “public relations” untuk image building bahwasanya acara ini memang menampilkan siapa saja yang berhak menjadi seorang “bintang” tanpa peduli latar belakang sang kontestan.
Jika penentuan Indonesian Idol adalah hasil voting SMS, rasanya koq Patudu yang punya darah daerah Sumatra Utara akan menjadi the next Indonesian Idol.
Terus, tegasnya, siapa sih yang akan jadi the next Indonesian Idol? Saya kan mau cari aman? Ada plan A ada plan B. Daripada saya memastikan si Aris, Gisel atau Patudu dan nanti salah, mending saya jadi oportunis saja. Kalo meleset, kan ada alesan? Kalo mau taruhan untuk cari duit dan pingin hasil yang lebih pasti, kirim aja sms. Ketik KI JOKO BOBO kirim ke nomermu sendiri. Balasan yang kau terima langsung dari hapemu sendiri.
So what geto lho……….
sumber foto: www.indonesianidol.com