Meskipun cuman sebentar, tapi pertemuan yang tertunda dengan mas Diarkotop sungguh berkesan. Kenapa berkesan?
1. Makan malam dibayari (ini yang paling membuat berkesan!)
2. Belajar motret meski cuman pake camera otomatis.
3. Jadi tau ini toh tampangnya orang yang baik hati yang namanya Diarkotop?
4. Jadi tau ini toh orang yang kenalnya kebetulan dan menunjukkan dunia sempit (rumah mertuanya ternyata gak jauh dari rumah)
Mestinya, kami sudah ketemu beberapa saat yang lalu tapi selalu tertunda. Akhirnya datang juga!
Sayang, malam itu kami gak jadi makan makanan favorit kami, B2 panggang bang Ucok karena sudah habis. Akhirnya kami makan burung dara. Sebenarnya saya lebih suka tanpa burung. Coba kalau mas Cuk bergabung dengan kami di bang Ucok.
Tapi, apa mas Cuk mau dan boleh makan di tempat bang Ucok?
Nah, ini foto-foto yang diambil pake kamera “pinter” dengan sedikit sentuhan teknik yang bisa memaksimalkan hasil menjadi lebih fotografik. Sebenarnya, kamera saya dan kamera mas Diarkotop tak jauh beda. Mereknya sama. Cuman, spec nya yang jauhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.
Bikin saya pingin nabung untuk memiliki kamera seperti itu!