tak semua kolektor punya kesempatan sama. jadi, jika ada media yang bersedia meliput koleksi saya, tentu menjadi kebanggaan juga buat saya.
Saturday, April 17, 2010
diliput
tak semua kolektor punya kesempatan sama. jadi, jika ada media yang bersedia meliput koleksi saya, tentu menjadi kebanggaan juga buat saya.
Wednesday, February 4, 2009
Saya cuman bisa Foursome
Cecep memang sumber inspirasi. Idenya selalu brillian dan pantas ditiru.
Pertama, dialah penyebar wabah kaset bekas.
Kedua, dia juga yang menyebarkan ilmu penimbunan kaset bekas
Ketiga, dia yang memulai koleksi album perdana (volume 1) sang artis
Keempat, dia yang memicu untuk mencari album haram
Kelimat, dia juga yang mengajari mengoleksi album dalam bermacam format (kaset & CD)
Terakhir, dia yang melontarkan ide Quintet
Untuk ide pertama sampai kelima, saya berusaha mengikuti sang guru. Tapi, untuk ide terakhir, nampaknya saya tak mampu dan tak mau.
Paling banter, saya cuman bisa foursome seperti koleksi yang saya miliki ini:
Bagaimana, Chev?
Tuesday, November 18, 2008
Koleksi Hedi Yunus: Kurang 1 Album
Hunting kesana kemari, tak terasa koleksi Hedi Yunus saya kurang satu saja, album Doa (album religi), release 2002.
2 album (album terbaru dan Ramadhan Ceria), dapet gratis dari Hedi langsung.
Ini foto koleksinya:
Friday, October 31, 2008
Akhirnya Datang Juga……
Sejak patah hati dengan Telkomsel, saya harus kembali ke warnet untuk menjaga komunitas yang sudah terjalin. Tentu saja sambil mencari alternative koneksi apa yang bisa dipakai di rumah.
Sambil cari informasi dan membaca rekomendasi dan atau keluhan teman-teman tentang koneksi internet, akhirnya saya memutuskan apply saja Matrix Broadband meskipun pada awalnya saya anti Indosat karena pengalaman buruk pelayanannya. Semoga pelayanannya sudah berubah banyak sehingga saya tak perlu banyak komplen.
Aplikasi per tanggal 2 Oktober 2008 yang belum juga di follow-up, membuat saya harus proaktif ke Gallery Indosat pada tanggal 22 Oktober yang lalu. Untuk memenuhi koleksi nomor saya, saya tetap meminta nomor sakti sekalian biar nambah koleksi.
Pagi kemarin, mendapat telepon dari Indosat dan kabar gembiranya adalah, nomor yang saya inginkan tersedia. Dengan bertambahnya satu nomor ini, koleksi simcard saya sudah bertambah menjadi 69! Masih kurang 31 menuju ke 100!
Mudah-mudahan, minggu depan sudah bisa di approve aplikasi saya sehingga bisa nge-net di rumah.
Tuesday, August 7, 2007
Koleksi SIM CARD – AJAIB!
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbitan Balai Pustaka, kata “ajaib” memiliki arti: ganjil, aneh, jarang ada, tidak sbg biasa, mengherankan.
Mungkin itulah yang terjadi pada koleksi sim card saya. Kemarin, sebuah counter penjual simcard langganan dengan gembira memberitahukan dia mendapatkan nomor yang saya inginkan. Setelah saya lihat, nomornya 08562942904. Setelah saya perhatikan, saya ingat saya pernah memiliki nomor ini sebelumnya. Karena nomor ini sudah sejak lama tidak saya pakai (dihanguskan), tentu nomor ini diaktifkan lagi oleh operatornya.
Tak disangka dan tak dinyana, saya bisa memilikinya lagi. Aneh bin Ajaib bener!
Tuesday, April 17, 2007
Koleksi SIM Card
Ketika awal menggunakan HP, saya menggunakan nomor SIMPATI. Saat ingin ganti kartu HALO, saya mencoba mencari nomor sesuai keinginan saya namun tidak tersedia. Akhirnya pakai saja nomor yang ada.
Suatu ketika, 11 Mei 2004, pada hari ultah seorang teman MPer (siapa ya?), tak sengaja lihat nomor di etalase penjual SIM Card, 0817xxx2904. Nomor Pro-XL. Saya langsung membelinya. Pembelian SIM Card ini ternyata berlanjut pada ketidaksengajaan berikutnya menemukan nomor Flexi (0274) 7xx2904. Setelah itu, hunting nomor SIM Card seperti menjadi hobby dan virus akut (istilah seorang teman MPer) yang tak direncanakan sebelumnya.
Merasa tak puas dengan kartu HALO yang tidak 2904, saya pun mencoba berusaha bagaimana caranya bisa mendapatkan nomor tersebut. Beruntunglah saya punya kenalan pejabat Telkomsel. Saya email beliau, dan keinginan saya terkabul. Inilah nomor yang paling sulit saya dapat! Karena, saya sudah beberapa kali saya mencari nomor ini di Grapari tapi tak pernah dapat. Terima kasih pak Agus xxxxx (nama dirahasiakan, red.)!
Selanjutnya, berburu nomor menjadi hobby tersendiri. Sampai saat ini, koleksi nomor saya mencapai 38. Rencananya, kalau sudah mencapai 100, daftar ke MURI. Muri adalah saudaranya Yon, Yok, (alm) Tony dan Nomo Koeswoyo.
Kegemaran mengoleksi nomor ini bukannya tanpa halangan. Suatu ketika, saya kehilangan nomor sebanyak 7 buah. Setelah saya telusuri, ternyata nomor itu telah dicuri tukang yang bekerja membetulkan rumah. Rasanya, saya mau marah saja! Dengan penyelidikan yang bisa dipertanggungjawabkan, saya bisa menyimpulkannya dan saya panggil tukang itu. Ingin sekali mukul sang maling seperti yang terjadi pada siswa di IPDN!
Awalnya, sang tukang tidak mengaku. Setelah saya ancam akan saya laporkan polisi, baru dia mengaku. Sampai-sampai, bapaknya pun datang untuk minta maaf. Ganteng-ganteng koq nyolong? Meskipun ganteng, kalau maling ya tetap maling!
Kejengkelan saat berburu nomor terjadi ketika jika di penjualnya, tersedia nomor 2901, 2902, 2903, 2905, 2906, dst. 2904 udah terjual!!! Ini terjadi berkali-kali dan entah mengapa ini sangat sering terjadi jika sedang hunting nomor Mentari dan Simpati! Makanya, koleksi nomor Mentari dan Simpati tidak banyak. Saya cuma punya 1 nomor Mentari. Itu pun, cover nya hilang karena kelakukan si tukang maling dan maling tukang.
Kalau ada yang mau nyumbang simcard dengan nomor akhir 2904, saya gak nolak. Tuhan pasti membalas kebaikan teman-teman. Setuju???