Seberapa banyak jumlah koleksi barang kita supaya bisa disebut kolektor? Setiap kali berbicara tentang jumlah kaset yang dimiliki, atau pas minta tanda tangan artis, saya selalu disebut “kolektor”. Saya tak pernah mengiyakan karena saya tak punya standar yang pasti berapa kaset yang dimiliki seseorang untuk mendapat julukan “kolektor” tadi.
Saya mencoba membayangkan membandingkan jumlah kaset yang saya miliki dengan jumlah kasetnya mbak Wi, Cecep, Aldiwirya, Hans Wilson, Erwin dan lain-lainnya. Dilihat dari playlist yang dimiliki di mp masing-masing, rasanya sih mereka lebih pantas disebut kolektor karena faktor jumlah. Apalagi, jumlah kaset saya meningkat pesat akhir-akhir ini karena memiliki mp dan tertular virus kasbek Cecep, mbak Wi, dan laen-laen. Jadi, tidak murni membelinya dari awal terbit (yang berarti memberi royalty pada sang artis!)
Nah, waktu ngobrol dengan mas Remy, saya dikenalkan pada kerabatnya. Kerabatnya menyebut saya kolektor. Apa iya sih saya kolektor?
Sebelumnya, mas Remy bercerita tentang jumlah kaset yang dimilikinya. Mendengar jumlah itu, rasanya saya masih jauuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhh disebut kolektor.
Nah, mudah-mudahan, sharing pengalaman tentang koleksi ini dapat membuat mas Remy bangkit kembali dan lebih antusias ngomongin koleksi setelah terkena peristiwa 2-2-2002. Apaan tuh? Hanya saya dan mas Remy yang tau.