Thursday, April 30, 2009
Terima Kasih
Tahun lalu, suasana MP meriah buat saya. Tahun ini, seiring menurunnya pamor MP dibanding FB, suasana tak begitu meriah. Tapi, saya bersyukur teman-teman masih mengingat saya.
Mbak Vero, mas Ancha & mas Inyong sejak pagi sudah mampir ke buku tamu saya dan memberi ucapan. Disusul yang lain, mas Agung & mas Hendry. Terima kasih teman-teman.
Perhatian kalian menyiratkan account MP saya memang sebaiknya dipertahankan karena di sini saya juga menemukan teman baik.
Semoga Tuhan membalas perhatian kalian kepada saya. Aminnnnnnnnnnn
Monday, February 16, 2009
Berteman Adalah...... (catatan 2 tahun di Multiply)
Posting ini mestinya saya lakukan 2 hari yang lalu, ketika tepat 2 tahun saya memiliki account MULTIPLY. Tapi toh, 2 hari bukanlah waktu yang terlalu terlambat
Selama dua tahun berkelana di dunia maya, membentuk komunitas baru, berkenalan dan berinteraksi dengan teman yang sebelumnya tidak saya kenal ternyata membuat saya banyak belajar dan semakin memahami jagad kehidupan yang sebenarnya.
Bervariasinya teman di dunia maya, juga membuat saya semakin memiliki sikap dalam hidup. Sikap ini terbentuk karena interaksi yang terjadi. Sikap ini terbentuk karena adanya toleransi (pemahaman) atau bahkan persinggungan.
Berteman ibarat menjadi suami istri. Ada saat untuk mengalah, ada pula saat berkontra. Dan, itu terjadi pada interaksi selama ini. Dalam hidup ini, ketika sebagaimana orang sedang jatuh cinta, semua indah adanya. Tak ada cacat dari pasangan kita. Kita bisa menerima semua kekurangan yang ada.
Namun, ketika kontra yang terjadi, ucapan satu detik atau ketikan satu huruf bisa menjadi perkara. Sekecil apa pun suara dan sesedikit apa pun huruf, tak lagi bisa ditoleransi. Dan, kriteria tersinggung sering hanya ditentukan oleh satu pihak sebagai reaksi dari aksi lain pihak. Tebal tipisnya, tergantung dari toleransi yang diberikan.
Selama berteman di sini, saya tak pernah segan berdiskusi dan melakukan apa yang terbaik untuk teman-teman. Contoh yang nyata adalah berburu kaset bekas demi mendokumentasi industri musik Indonesia. Ini adalah hal kecil yang bisa saya lakukan demi kepuasan semua pihak.
Ketika saya berburu kaset baik untuk diri sendiri maupun untuk teman – demi idealisme tadi – tak pernah sedikitpun saya berpikir untuk bersaing. Yang ada dalam benak saya hanyalah saling memperkaya kepemilikian. Sayangnya, kadang saya sampai lupa pada diri sendiri. Tapi itulah saya. Saya merasa bahagia jika ada teman lain yang menjadi senang. Ibaratnya, demi kebahagiaan orang lain, berhutang pun saya lakukan, asal teman mendapatkan apa yang diinginkan. Inilah yang saya teladani dari almarhum Mami, yang selalu rela memberikan kepada orang lain walaupun beliau sendiri pada akhirnya tak memiliki apa yang dibutuhkannya.
So, jika bantuan yang saya berikan ini diartikan sebagai persaingan, saya tersinggung. Dan jika saya dianggap pesaing dan tidak mau kalah dari saya, saya anggap permintaan tolong ke saya adalah salah alamat.
Saya tak pernah menganggap teman-teman yang meminta bantuan sebagai pesaing. Bahkan ketika ada kaset haram yang langka, saya pun rela memberikan kepada yang lebih membutuhkan. Contohnya adalah ketika saya memberikan kaset langka Harvey Malaihollo kepada tembangpribumi yang sudah mengundurkan diri. Sedikitpun saya tak menyesal karena saya tau Harvey adalah idola mbak Wi. Saya malah senang dan bangga bisa membuat mbak Wi bahagia.
Pertemanan dalam dunia maya via jejaring social multiply buat saya ibarat beli kucing dalam karung. Ketika menerima undangan untuk menjadi teman, saya mempertimbangkannya secara logika dan kadang mengandalkan rasa. Tentu saja, logika dan rasa saya bisa salah. Ketika salah, saya pun harus mengambil sikap. Sikap yang wajar adalah memperingatkan. Jika peringatan itu tak diindahkan, tentu saja sikap ekstrim lah yang diberlakukan. Sikap ekstrim itu adalah menghilangkan teman, satu hal yang saya benci namun tak bisa saya hindari.
Ketidakcocokan lain yang akhirnya saya temukan adalah ketika awalnya saya berpikir, calon teman saya adalah orang yang dewasa. Dewasa terutama pola pikirnya. Dan, ketika pada akhirnya saya tak mendapati itu, inilah yang saya sebut beli kucing dalam karung. Apa yang bisa saya perbuat? Mengubah pola pikir orang lain untuk menjadi sama dengan pola pikir kita tidaklah semudah meludah. Ketika ketidakcocokan ini bersifat prinsip, tentu tak ada kata lain selain cerai, seperti yang menjadi trend di negara kita, dimana perceraian adalah hal yang sangat (diper)mudah. Ketika terjadi di dunia maya, tentu saja ini mudah, karena sudah ada fasilitasnya. Mengutip ungkapan Gus Dur: "Gitu ajah koq repot?"
Saya orang yang mementingkan kualitas daripada kuantitas. Jumlah contact saya, kurang dari 100. Yang mengundang saya dan belum saya terima lebih dari 100. Dari kontak yang kurang dari 100 inilah saya meningkatkan kualitas dengan cara berinteraksi. Sudah beberapa kali saya menghilangkan teman yang tak pernah berinteraksi sama sekali. Nampaknya, ini akan terjadi lagi karena dari yang sudah ada, beberapa memang tak pernah lagi nongol di mp saya atau tak pernah meninggalkan pesan dan kesan pada semua posting saya.
Posting ini saya buat sebagai evaluasi 2 tahun saya berkelana di dunia maya
Tapi, jika punya teman yang membuat hidup saya menjadi ke arah yang buruk (negatif), rasanya harus menghindarinya. Karena, buat apa hidup jika berkubang dengan stress, mengutuk diri sendiri?
Toh, situs jejaring social ini telah menyediakan sarana untuk bertindak positif atau negative? Tinggal kita saja yang menyikapinya.
Semoga, jejaring social pertama yang saya ikuti dan paling saya senangi ini, memberi ruang pada saya untuk semakin membuat saya memiliki sikap sebagaimana saya inginkan. Kepada semua teman-teman yang sudah bersedia menjadi contact saya, berinteraksi dan memperkaya cara pandang saya, tak ada kata lain selain terima kasih karena telah memperkaya hidup saya.
Salam damai ……
Sunday, August 3, 2008
[Arigato] Sokaradio & [Terima Kasih] Erwin
Arigato buat Sokaradio dan Terima Kasih buat Erwin
. Sokaradio ngasih saya CD idola saya, Ruth Sahanaya, produksi Jepang. Erwin yang jadi tempat penitipan barang dan kurir ngirim ke saya.
Saya sempat iri sama hougo07 yang punya CD ini meskipun Ruth Sahanaya bukan favorit dia . Akhirnya, saya punya juga!
Kalau punya teman seperti ini di mp, alasan apa yang membuat saya tidak ketagihan ber-mp ria?
Sekali lagi, arigato & terima kasih.
NB: Kira-kira, Ruth Sahanaya punya CD ini gak ya?
Tuesday, June 10, 2008
Terima Kasih Mang Ade Hirmawan
Akhirnya, ide Cecep yang brilian (ngasih masukan barter kaset Pop Ambonia sama mang Ade) berjalan mulus. Mang Ade bersedia menyerahkan "harta" nya buat saya setelah saya pusing kesana kemari cari album Ruth Sahanaya yang ini, Pop Ambonia.
Sebuah album yang susahnya minta ampun dicarinya. Uthe aja gak punya dan titip dicariin. Jadi, kalo ada lagi, gua mau deh. Temen-temen yang bantu gua, gua yang dapet cipika cipiki
Demi kaset yang satu ini, gua rela barter sama beberapa kaset Ritta Rubby Hartland plus Andi Meriem Mattalatta kesukaan mang Ade.
Makasih Cecep, atas masukannya.
Makasih Mang Ade, bersedia barter kaset.
Sekarang, gua udah punya kaset yang ini:
Tuesday, April 29, 2008
Terima Kasih
Terima Kasih, Maturnuwun, Arigato, Kamsia, Xie Xie, Gratias, etc...etc...etc.....
pagi-pagi masih ngorok, 3 hape saya bunyi. Tak terbatas pada bunyi yang telepon tapi juga nada sms berkali-kali. Tak cueikin semua lah wong masih ngantuk!
Setelah terbangun dan sadar, barulah saya lihat missed calls dan sms yang jumlahnya lumayan banyak untuk ukuran orang biasa (bukan artis).
Buka MP, beberapa rekan kirim pm, beberapa ngisi daftar tamu. Terima Kasih, Maturnuwun, Arigato, Kamsia, Xie Xie, Gratias pada: hougo07, Kang Obet, yenycantique, non dokter, mang Ade, widtheo, anchaanwar, nita suryani, mas Eddy & mas boya yang sudah meluangkan waktu dan pikiran serta duit dikit ngirim ucapan ke saya.
terima kasih telah mengingatkan bahwa saya harus lebih berjaya & berbahagia di usia yang merambat menua. Ucapan terima kasih ini sekaligus menjawab semua sms, missed calls dan ucapan di multiply yang ditujukan di saya. Sekalian aja biar ngirit soalnya nanti masih harus nraktir istri dan anak-anak....
Bagi yang tidak mengucapkan, semoga dosanya diampuni. Kado diterima sampai ulangtahun berikutnya......