Wednesday, April 23, 2008

Koq?

 

Saat ini, ada 52 invitations di inbox mp saya. Saya sih merasa senang di invite karena itu adalah kepercayaan. Tapi, klo saya intip ternyata mp nya tak senada seirama dengan aliran saya, mohon maaf jika saya tidak "asep". Sebagaimana saya cantumkan di Welcome Box saya yang berbunyi:

"Akhir-akhir ini, saya sering menerima invitation untuk Add Contact. Satu hal yang patut disyukuri karena banyak yang memberi perhatian pada multiply saya. Sayangnya, ketika saya intip pemilik multiply yang mengundang (sampai timbilen), multiply nya kosong melompong.untuk multiply yang kosong melompong, mohon maaf sebesar-besarnya, saya tidak bisa menambahkan sebagai contact saya. Saya ingin berbagi dengan siapa saja, termasuk berbagi cerita dan lagu."

Saya tak ingin yang sudah saya asep dan jadi contact kemudian saya block, sehingga, saya memilih membiarkan beberapa saat untuk suatu saat saya lihat lagi. Jika sudah terisi dan sudah senada seirama, barulah saya asep.

Yang lain lagi, ketika saya berkunjung ke mp nya, koleksi musiknya tak terlihat, saya juga takkan asep. Menunjukkan koleksi tak hanya lewat music page, tapi bisa membuat Review Page yang diisi daftar lagu atau dicantumkan di Photo Page seperti dilakukan kontak saya yang lain.

Jadi, jika invite saya dan belum saya asep, silahkan memperindah mp anda.

Satu lagi, saya takkan pernah asep invitation yang sekiranya saya anggap hanya memanfaatkan koleksi saya tanpa pernah memberikan miliknya alias tak mau "take & give". Cuma mau minta lagu tertentu tok, tanpa diteruskan dengan persahabatan, no way, 'bo!

 

Tuesday, April 22, 2008

Bertemu kontak Multiply

 

Ketika menemani peserta Indowisata di restoran hotel, saya bertemu Dewa Bujana (GIGI). Ngobrol dikit-dikit, temannya mas Dewa Budjana mengatakan sering mendengar nama saya.

“Apa iya sih saya seterkenal tembangpribumi (mbak Wi) atau jazzterday (Cecep)?”

Terus dia bilang sering baca mp saya….. waduh……

“Mas juga punya multiply?” tanya saya.
“ID saya xxxxxx,” jawabnya

Walah, ternyata ini toh yang namanya xxxxxxxxx????

Kami pun ngobrol asik, sambil menyesali betapa bodohnya saya tidak menerima invitation dia sejak lama karena dia invite saya beberapa kali bahkan sampai pakai jasa “mak comblang” untuk menerima invitation dia.

NB: id teman multiply saya rahasiakan karena khawatir identitasnya terbuka. Selama ini, dia takut ketahuan mas JSOPS. Nah loh……………..

Thursday, April 10, 2008

Kebakaran Jenggot

 

Anggota DPR yang katanya terhormat dan mewakili rakyat itu, tak mau kalah dengan artis. Ketika ada pemicu untuk mencari sensasi dan popularitas, mereka pun beraksi. Kali ini, Slank, sebuah grup musik yang memiliki massa arus bawah yang menjadi lawan tanding mereka.

Hanya karena menyanyikan lagunya yang berjudul Gossip Jalanan di KPK, para anggota dewan itu jadi mau menuntut Slank! Lirik lagu yang begini (diambil dari sini):

Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
tentara jadi pengawal pribadi

Apa lo tau mafia narkoba
keluar masuk jadi bandar di penjara
terhukum mati tapi bisa ditunda

Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir2 berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan

Kacau balau ... 2x negaraku ini ...

Ada yang tau mafia peradilan
tangan kanan hukum di kiri pidana
dikasih uang habis perkara

Apa bener ada mafia pemilu
entah gaptek apa manipulasi data
ujungnya beli suara rakyat

Mau tau gak mafia di senayan
kerjanya tukang buat peraturan
bikin UUD ujung2nya duit

Pernahkah gak denger triakan Allahu Akbar
pake peci tapi kelakuan bar bar
ngerusakin bar orang ditampat2

dianggap menghina anggota dewan (yang katanya terhormat itu!)

Para anggota dewan pun bersemangat ingin menuntut. Baca di sini.

Tapi, tadi pagi nonton Topik Pagi di ANtv, ternyata masalah ini tak diteruskan. Salah satu anggota Badan Kehormatan mengatakan: "mengembalikan persoalan ini untuk dinilai dan dievaluasi secara langsung oleh masyarakat" (lihat di sini)

Tak usah GR lah bapak anggota Dewan. Mungkin saja anggota DPR takut. Takut aja koq berdiplomasi kayak gitu?

Saya hanya membayangkan saja, jika kasus ini diteruskan, kuat gak ya anggota DPR diserbu Slankers dari Sabang sampai Merauke?

 

Tuesday, April 8, 2008

Pak Menteri Parno


Setelah baca posting mbak Wi 2 hari yang lalu dan posting lanjutan mas Inyong, ditambah 'impoten'nya warnet langganan gua mengakses multiply (karena mereka pakai jaringan XL) plus nonton berita Liputan 6 Malam, tadi malam ttg akses YouTube yang ditutup oleh pemerintah sehubungan dengan film FITNA, saya menjadi cukup "mendidih" karena takut kehilangan jejaring yang selama ini udah gua bangun dengan susah payah di multiply.

Saya ingat ketika baru dilantik, pak menteri mengatakan akan mendayagunakan blog sebagai salah satu alat untuk ikut meningkatkan citra Indonesia lewat peran blogger yang sudah mencapai sekian juta pengguna (lupa angka pastinya). Waktu itu hubungan Indo & Malay sedang hangat dan pak Menteri melihat, blogger bisa ikut berperan menjadi humas (nilai positif).

Ketika dunia menjadi heboh hanya karena sebuah film berdurasi pendek berjudul FITNA, pak Menteri langsung "menerbitkan surat Menkominfo yang dilayangkan ke APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) untuk melakukan pemblokiran situs dan blog yang memuat film pendek politisi Belanda berjudul Fitna (KOMPAS, 7 April 2008)."

Pak Menteri, lupa sama ucapannya ketika baru dilantik?

Inilah politik. Isuk dele, sore tempe (pagi kedelai, sore sudah berubah jadi tempe). Perubahan menjadi kata yang mutlak dalam dunia yang satu itu. Jika ditanya mengapa pak Menteri berubah, mungkin beliau akan menjawab dengan kalimat filosofis (bukan bijak dan bukan pula diplomatis): “Tak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri.”

Rakyat lugu, naif dan dianggap tolol oleh negara lalu bertanya: “Koq bisa ya?”

Memang, kita sedang hidup di dunia yang penuh absurditas yang tak jelas. “Republik Absurd yang dikelola dengan cara absurd oleh perilaku orang-orang yang juga seolah absurd,” begitu tulisan mas JSOPS.

Jadi, nama pak Menteri sebenarnya siapa sih?

“Menteri Parno” begitulah sahut rakyat yang lugu, naif dan dianggap tolol tadi………

 

Sunday, April 6, 2008

A Few Minutes With Tia AFI





Beberapa hari yang lalu, toko kaset langganan saya (Popeye Music Cassette) mengirim sms ke saya: “Tia AFI akan datang ke toko tanggal 4 April 2008 jam 16. Silahkan datang”

Sebenarnya, saya sudah pernah foto dengan doi waktu lagi ngetop AFI 2. Tapi, demi pujaan, saya sempatkan juga kesana. Saya tunjukkan foto lama ke Tia. “Ya ampun, ini foto-foto 4 tahun yang lalu!”

Saya langsung beli album Tia yang baru atas rekomendasi mas Erwin, yang juga mengagumi Tia. Langsung minta tanda tangan di CD dan sekalian minta posternya di toko. Beli CD satu tapi minta poster dua karena yang satu buat mas Erwin, sambil bilang ke Tia bahwa ada seorang teman yang mengidolakan Tia karena suaranya yang luar biasa. “Lho, koq temannya gak diajak kesini?,” tanya Tia ramah. “Lha, orangnya di Jakarta” (Poster buat Erwin akan saya kirim bersama kasetnya. Minggu depan setelah status jomblo saya berakhir aja ya Win).

Pemilik toko bisik-bisik ke saya: “Saya akan minta Tia nyanyi.”
Beberapa saat setelah itu, seluruh pengunjung toko dihibur oleh Tia yang menyanyikan lagu dari album barunya. Suaranya yang menggelegar dan enak didengar berkumandang di seluruh ruang. Sejak dulu memang saya mengagumi suara Tia. Saat ini, jadi istimewa karena bisa mendengar secara live dari jarak beberapa meter saja!

Tia sangat ramah melayani semua yang hadir. Bahkan dia tak keberatan diminta menyanyikan lagu tambahan. Tia sungguh baik dan tidak merasa kehilangan gengsinya ketika diminta menyanyi tanpa dibayar sekalipun. Satu hal yang tidak lazim namun memuaskan orang lain.

Semoga albumnya laris ya, Tia……..

Tuesday, April 1, 2008

April Fool's

Hari Ini Masak Apa?

 

Sudah 3 hari ini status jomblo disanding. Sabtu malam, anak saya sudah pesan masakan layaknya pesan di restoran.

"Pa, besok masak Udang Saus Kecap" OK, deh. Minggu pagi, masak Udang Saus Kecap.

Bahan: Udang

Bumbu: Bawang Putih secukupnya, Bawang Merah secukupnya, Daun Loncang diiris secukupnya, Garam secukupnya, Kecap Manis secukupnya, MSG? dikit aja biar gak kanker.

Cara memasak:

Tuangkan minyak goreng secukupnya di wajan. Bawang putih & bawang merah yang sudah dikupas serta daun loncang yang sudah diiris dimasukkan bentar, di sreng-sreng. Setelah aroma sedap sudah melayang di benak kita, masukkan udang yang sudah dicuci bersih. di sreng-sreng lagi. Setelah itu, beri garam secukupnya dan kecap manis. Tambahkan air putih, dan tunggu biar kecap dan bumbu-bumbu lain lebih meresap ke udangnya. Cicipi. Kalo kurang asin, ya kasih garam. kurang manis, tambahkan kecap manis. Kurang banyak??? Beli di restoran aja.

Lho, koq bahan-bahannya secukupnya? Ya kira-kira aja lah. Kalau saya bilang 4 siung atau 3 siung, ternyata kuah nya satu ember? Ya gak imbang donk! Jadi, sesuaikan aja dengan udang dan kuahnya. Emang gua Nyonyah Rumah yang tiap Minggu tampil di KOMPAS Minggu?

Jadi, gak bisa ngasih ukuran yang exact. Yang penting anak bilang "Masakan papa uenakkkkk tenannnnnnnnnnnnnnnn!"