Wednesday, November 12, 2008

Gimana Mau Ngerip???

 

Sudah beberapa kali, speaker aktif di PC saya berbunyi seolah-olah kemasukan arus listrik. Kalau sudah bunyi, tak ada pilihan lain selain mematikannya. Bising!!!

Awalnya, saya berpikir speaker aktif nya yang trouble. Setelah diganti speaker aktif yang lain, ternyata sama saja.

Ah, barangkali programnya nya agak error. Akhirnya, software Realtek saya uninstall ajah dengan pertimbangan ntar di install lagi. Ternyata..... di instal gak berhasil. Setiap kali booting, selalu keluar 'NEW HARDWARE FOUND". Insert CD dst dst dst....  

Tetep ajah. CD driver dimasukkan, juga instalasi gagal. Saya curiga, soundcard yang onboard itu yang error.

Ada yang bisa bantu? Tanpa soundcard, bagaimana saya bisa nge-rip? Please, help me!!!

Monday, November 10, 2008

Profil: Joko




Pengembaraan pencarian kaset bekas merambah ke Surabaya karena referensi dari mbak Wi. Awalnya cuma ke mas Anto. Kemudian, atas saran teman, saya menjelajah Kapasari. Di Kapasari bertemu pak Sunari, yang langganannya mbak Wi. Setelah dari Kapasari, menuju rumah pak Sun. Itu bulan Juni yang lalu.

Selanjutnya, komunikasi dengan pak Sun diteruskan via (pen)telpon, sms atau surat berisi pesanan saya. Saya pikir (dulunya), pak Sun adalah labuhan terakhir tempat saya bisa mencari kaset karena koleksinya yang lengkap dan mutu kasetnya yang bagus.

Sabtu malam (8/11) pulang seminar, saya menuju ke penjual kaset bekas di Delta Plaza. Pada satu pedagang bernama Joko, saya membeli 30 kaset! Joko yang rambutnya seperti Giring Nidji, menangkap peluang bahwa saya akan membeli lebih banyak dari saya lalu dia mengatakan di rumahnya masih banyak kaset. So? Saya menanyakan alamat dan janjian akan ke rumahnya esok harinya.

Begitu memasuki kamarnya, saya seperti masuk gudang kaset di sebuah recording company saja! Jumlah kasetnya wauwwwwwwwwwww gile benerrrrr.

Mulanya, Joko memang senang kaset. Sejak SMP di pertengahan 80an, dia sudah mengoleksi kaset. Jaman dia membeli kaset, dia sudah bertemu pak Sun yang dulunya bekerja sebagai pegawai toko kaset.

Jumlah koleksinya pernah mencapai 10000!!! Seiring berjalannya waktu, kaset mulai dilepas satu per satu. Dan, sekarang, dia hanya menyimpan yang dia suka, yang lainnya, menjadi ladang mencari makan.

Kaset-kaset yang dia jual, disusun di kardus. Ada banyak kardus. Yang sudah masuk di kardus, sudah siap jual karena sudah diseleksi sebelumnya. Kaset yang kotor dia bersihkan. Dicocokkan dengan covernya.

Di kamarnya, berserakan mur, baut, casing kaset, cover kaset, dan tentu saja pita kaset yang awut-awutan.

Sayangnya, Joko tak banyak memiliki kaset rock Indonesia sehingga tak cocok jadi suppliernya mas Daus. He…he…he….

Di tempat mas Joko, saya mendapat Nyanyian Badai Mel Shandy pesanan mas Kusukanada versi telanjang karena tak ada covernya. Tapi tak mengapa. Karena, cover album itu sudah pernah saya dapatkan gratis dari Totok dan sudah saya berikan mas Kusukanada beberapa saat yang lalu. (Ternyata, tak hanya beli rumah, motor atau mobil saja yang bisa dilakukan secara mencicil. Beli kaset pun bisa!!!)

Akhirnya, setelah melihat barang mas Joko yang begitu banyak, saya berpikir, ternyata ungkapan “Di atas langit masih ada langit” benar adanya. Dulu saya berpikir, pak Sun memiliki barang jualan yang begitu banyak. Nah, ini ketemu yang jauhhhhhhhh lebih banyak!!!

Saturday, November 8, 2008

ZONA80 edisi NICKY ASTRIA

Start:     Nov 8, '08 3:00p
End:     Nov 8, '08 4:00p
Location:     TV masing-masing rumah
Dear Frens,

Yang mau nonton (ulang) zona80 edisi Nicky Astria, silahkan nonton ZONA80 di METRO TV hari ini, sabtu, 8 November 2008 jam 15.05.

Ingat, di sesi terakhir, email saya di baca lho...... (narsis tak terbatas!!!)

Sunday, November 2, 2008

Mas Remy “dimarahin” Nicky Astria…..


Masih soal ZONA80 edisi Nicky Astria. Di akhir acara, ada kejutan buat Nicky Astria. Ada lagu “Happy Birthday” terus mas Remy Soetansyah nongol dengan kue tart……

Nampak pula, Nicky Astria wajahnya agak manyun. Kira-kira apa mas Remy di’semprot’ di belakang studio ya? Kena lagunya Broery, “berhembus angin malam…..mencekam……” wakakakakak

Email Saya Dibaca

This summary is not available. Please click here to view the post.

JSOPS: Menulis Ditulis


“Erros itu tipikal orang yang sangat romantis. Bisa dibuktikan dalam album Badai Pasti Berlalu, getaran romantikanya luar biasa.”

- Yockie Suryoprayogo


“Yockie membuktikan bahwa ia adalah agen anak muda zamannya, menjungkirbalikkan tren lama musik pop Indonesia yang ‘cengeng’ dan ‘hipermelankolis’ dengan sempurna.”

- Ade Firza Paloh


Yockie menulis tentang Erros Djarot. Habis itu, Yockie ditulis oleh Ade Firza Paloh. Koq saling menulis dan ditulis sih?

Baca ajah di RSI edisi November 2008, The IMMORTALS , 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa.

 

Saturday, November 1, 2008

vea75: Kecewa pada Air Asia

 

Vea75 alias Veronica Hanny Arsanty pernah optimis pada Air Asia (baca di sini). Tapi ternyata, optimismenya tak berlanjut. Setelah menunggu dan sabar kehabisannya, ia jadi marah-marah. Kepada KOMPAS, ia menyalurkan aspirasinya seperti ini:

Promosi Rute AirAsia Merugikan

Tergiur oleh iklan promosi pembukaan rute baru AirAsia Batam-Kuala Lumpur, saya dan suami tertarik membeli tiket promosi itu melalui situs AirAsia (29 Juli 2008). Rute kami Batam- Kuala Lumpur-Batam. Berangkat 1 Oktober dan kembali 5 Oktober (kode pemesanan A7PLDI) dengan harga Rp 1.428.000.

Tanggal 1 Agustus 2008, suami saya mengubah tanggal berangkat menjadi 28 September. Tanggal kembali tetap 5 Oktober. Atas perubahan itu, kami dikenai biaya tambahan Rp 548.000.

Sampai 24 September 2008 tak ada informasi apa pun dari AirAsia. Pada hari itu, ketika saya menelepon kantor AirAsia Batam untuk konfirmasi tiket, ternyata petugas AirAsia menginformasikan bahwa rute Batam-Kuala Lumpur telah dibatalkan.

Siang itu juga saya dan suami langsung mendatangi kantor AirAsia Batam (berbicara dengan Saudara Amsar). Amsar membenarkan bahwa rute tersebut memang telah dibatalkan.

Mengapa kami tak secepatnya diberi tahu? Yang bersangkutan bilang, itu tanggung jawab sepenuhnya AirAsia Malaysia, bukan AirAsia Indonesia.

Kemudian saya disodori dua pilihan untuk penguangan. Yang pertama dengan cara dikreditkan kembali ke kartu kredit. Yang kedua dengan disimpan di AirAsia sehingga jika sewaktu-waktu ingin membeli tiket AirAsia, kami tinggal menggunakan kredit yang telah disimpan itu. Saya memilih penguangan ke kartu kredit, dikenai potongan Rp 30.000, dan disetujui.

Yang membuat saya dan suami marah dan kecewa ialah penjelasan bahwa pengembalian uang hanya Rp 1.428.000. Yang Rp 548.000 tidak dikembalikan karena merupakan biaya ganti tanggal dan itu hangus. Padahal, pembatalan oleh pihak AirAsia.

Veronica Hanny Perum Sarmen Raya Blok S, Bengkong Sarmen, Batam

boleh juga klik disini.

 

Tanya: bagaimana kelanjutannya, Vero?