Tuesday, September 18, 2007

Tinggalkan Pesan Setelah......

 

Bertambahnya contact di multiply membuat saya senang. Tapi, yang kasih comment di blog atau music page saya orangnya koq cuman itu-itu aja......? Terima kasih yang selalu kasih comment, yang saya anggap tanda persahabatan.

terkesan (mudah-mudahan salah) multiply saya adalah tempat penyedotan. Padahal, yang saya inginkan adalah persahabatan, tidak hanya pemanfaatan.

Sayang di multiply gak bisa dikasih mailbox yang bunyinya begini:

"tinggalkan pesan anda setelah tanda nada download finished "

 

You're all still my friends!

Monday, September 17, 2007

Yang Ultah di Alam Lain

Kemarin, 16 September 2007, pagi-pagi jam 7, reminder HP bunyi. Saya tengok. Ada yang ultah.

Yang ultah ternyata tak lagi ada di antara kita karena yang ultah adalah almarhum Chrisye.

Saya memang selalu mengingat ultah penyanyi favorit saya ini. Dulu, saya selalu berkirim email ucapan selamat jika beliau ultah dan selalu mendapat jawaban dari staf nya.

Nama mas Chrisye tak akan pernah hilang dari ingatan.

"Selamat Jalan Kekasih."

Wednesday, September 12, 2007

Gedung DPRD Brebes Terbakar

 

Brebes, Kompas - Gedung DPRD Kabupaten Brebes terbakar, Selasa (11/9) siang. Diduga kebakaran akibat korsleting lisrik atau hubungan arus pendek yang ada di bagian atap ruang sidang paripurna. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.

Bagian gedung yang terbakar meliputi ruang sidang paripurna yang terletak di bagian depan kawasan gedung DPRD Brebes. Dinding maupun atap bangunan tersebut habis terbakar. Meskipun demikian, sejumlah perabotan di dalamnya, seperti meja dan kursi, berhasil diselamatkan.

Kepala Subag Umum DPRD Brebes Tasori Idris mengemukakan, kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 12.00. Saat itu sejumlah pegawai yang ada di dalam ruang sidang paripurna mencium bau gosong. Mereka juga melihat ada asap mengepul dari bagiap atap ruangan tersebut.

Mengetahui adanya kebakaran, para pegawai di gedung DPRD berusaha menyelamatkan sejumlah dokumen dan perabotan yang ada di dalamnya. "Hampir semua dokumen berhasil diselamatkan karena selama ini gedung yang terbakar hanya digunakan untuk ruang pertemuan dan bukan untuk menyimpan data," kata Idris.

Api berhasil dipadamkan sekitar satu setengah jam kemudian dengan bantuan sekitar lima unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Brebes, Tegal, dan Kota Tegal. Petugas pemadam sempat mengalami kendala akibat tidak adanya hidran di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Kantor Informasi dan Kehumasan Brebes Mayang Sri Herbimo mengutarakan, gedung yang terbakar itu dibangun pada tahun 1978 dan mendapat renovasi menyeluruh sekitar tahun 1987 dan 2005. Gedung tersebut merupakan salah satu bangunan bersejarah di Brebes dan sempat menjadi bangunan termegah di Jawa Tengah.

Menurutnya, kapasitas daya listrik yang terpasang pada bangunan yang terbakar sekitar 30.000 watt. Sebagian merupakan instalasi lama, sebagian lain merupakan instalasi baru.

Mayang menuturkan, saat terjadi kebakaran gedung DPRD relatif sepi. Sekitar 23 anggota, termasuk Ketua DPRD Brebes, sedang melakukan studi banding ke Gresik. Rencananya mereka baru akan kembali Kamis mendatang.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Brebes Ajun Komisaris Besar Firli menjelaskan, kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Meskipun demikian, untuk memastikan penyebab kebakaran, akan dilakukan uji forensik dari Tim Forensik Kepolisian Daerah Jateng.

 

source: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0709/12/jogja/1042290.htm

 

comment/pertanyaan:

kenapa tidak ada korban pada kebakaran ini? Sedangkan kalau kebakaran terjadi di rumah padat penduduk, seringnya timbul bbrp korban?

jawab:

karena anggota DPR(D) sangat sering gak ngantor alias makan gaji buta. Habis gitu, gedung DPR yang masih bagus, mau direnovasi dengan biaya milyaran rupiah. Mbok dikasihkan ke orang miskin aja atau kita-kita para multipliers ini. Ya gak???

Friday, September 7, 2007

Menunggu itu Menjemukan

Sebagai fans berat Uthe (Ruth Sahanaya) tentu tak boleh melupakan tanggal lahirnya. Bbrp hari yang lalu, saya kirim SMS ke assisten Uthe yang bunyinya begini:

Mas I-xxx (sensor) yth tlg smp kan sms ini pd Uthe. Tq

"September Pagi ini September kita

September pagi ini memberi berjuta arti dlm hdp ini....

Mbak Uthe selamat panjang usia di September Ceria (lho, ini kan lgnya Vina, pujaan saya jg!).

Sukses selalu! dari Singo - Yogya

 

sampai hari ini, belum dapet balasan. Apa yang terjadi?

1. belum disampaikan

2. belum ditanggapi Uthe

3. sudah ditanggapi tapi sang assisten gak mau bales SMS saya?

4. Uthe cuwek?

 

Kalau nomor 4 yang terjadi, haruskah saya mengatakan, "Uthe.... dahulu adalah........."

Thursday, August 23, 2007

Penyanyi Indonesia Yang Produktif

 

Melacak discography penyanyi Indonesia tidaklah segampang penyanyi luar negeri karena penyanyi luar negeri sangat rapi dalam dokumentasi. Saya menemukan referensi untuk mencari discography penyanyi Indonesia di sini dan beberapa site lain (official websites sang artis, website perusahaan rekaman) termasuk blog-blog pecinta musik Indonesia. Dari yang saya telusuri, penyanyi Indonesia yang memiliki banyak album alias produktif (di atas 10 album) adalah (urut dari terbanyak):


  1. Indra Lesmana (47 album) klik di sini

  2. Iwan Fals (38 album) klik di sini

  3. Chrisye (29 album) klik Track01 atau Track 02

  4. Fariz RM (24 album) klik Track01 atau Track 02

  5. Anggun (C Sasmi) – 23 Album (14 album Indonesia dan 9 Album International)

  6. Ebiet G Ade (18 album) klik Track01 atau Track02

  7. Gigi (16 album) klik Track01 or Track 02

  8. Koes Plus (14 album) klik di sini

  9. Titi DJ (14 album) klik Track01, Track02 atau Track03

  10. Vina Panduwinata (13 album) klik Track01 atau Track02

  11. Ruth Sahanaya (11 album) klik Track01, Track02 atau Track03

  12. Dewa 19 (10 album) klik di sini


Album-album yang saya cantumkan di atas tidak termasuk single mereka di festival. Dari yang saya cantumkan di atas, mungkin ada yang kurang mengingat sumbernya beda-beda dan sayang juga beberapa tidak mencantumkan tahun release.


Tentu saja, produktivitas mereka harus dihitung dengan lama perjalanan mereka berkarier sehingga para penyanyi baru mungkin belum semua bisa masuk di journal ini. Penyanyi/Group Band yang lahir tahun 1990an hanya Dewa dan Gigi yang masuk dalam journal ini. Mungkin beberapa tahun yang akan datang, akan menyusul nama lain seperti Melly, Jikustik, Letto, Peterpan, Ada Band, dll.


Mohon maaf bagi yang blog nya saya gunakan sebagai referensi journal ini tanpa saya sempat minta ijin karena masalah komunikasi.


Silahkan menambah atau mengoreksi. Semua ini dilakukan untuk ikut membantu dokumentasi karya musik Indonesia. Terima kasih.

Saturday, August 18, 2007

Mengapa Album “Kaulah Segalanya” tak beredar lagi?

 


Menurut Ruth Sahanya, album yang paling berkesan buat dia adalah album “Kaulah Segalanya” (1992). Unfortunately, dia sendiri tak menyimpan album ini dan minta tolong dicarikan.


Untunglah tangan Tuhan bekerja lewat seorang teman mp-er yang berhasil mencarikan album tersebut dan singkat cerita saya sudah memberikan pada Uthe pada tanggal 25 Mei 2007 yang lalu meskipun tak sempat bertemu langsung dengan Uthe tapi via asistennya.


Dari jurnal-jurnal di MP yang berdikusi tentang Uthe dan komentar-komentar mp-ers (klik di sini atau di situ), terdapatlah fakta bahwa album-album lama Uthe direkam ulang dan dijual ke pasaran. Namun, album yang satu ini tetap tak ada di pasaran. Setelah saya telusuri, ternyata, album ini bukan diproduksi oleh major label seperti Aquarius atau Sony BMG. Album ini diproduksi oleh Ruth Sahanaya & JACEY Production (klik di sini)


Di website Aquarius Musikino discography album Uthe yang tercantum hanya Seputih Kasih (1987), Tak Kuduga (1989), Yang Terbaik (1994), Uthe 1996), Kasih (1999), Yang Kurindukan (2001), Greatest Hits (2002). Sedangkan di website Sony BMG (badan meteorology dan geofisika???), album yang tercantum adalah Bicara Cinta (2003) dan Jiwaku (2006)


Jadi, album “Kaulah Segalanya” memang tak bisa lagi ditemui di pasaran produsennya memang tak lagi exist? Maybe Yes Maybe No.

catatan:
foto ngambil dari multiply Jazzterday (http://jazzterday.multiply.com/reviews/item/58)

Wednesday, August 15, 2007

Pecah Ndase

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jalan Bausasran, Selasa, 14 Agustus 2007, pukul 18:50.

Ketika hampir selesai mengajar, ada suara kendaraan bersenggolan yang agak keras. Saya langsung menduga pasti ada kecelakaan di luar rumah tempat saya mengajar. Beberapa detik setelah suara senggolan itu, terdengarlah suara “duor!!!” Sangat keras!


Ternyata benar-benar ada kecelakaan. Belum selesai saya merapikan alat tulis, saya langsung keluar bersama murid saya. Dari dalam rumah, saya melihat orang-orang di luar telah berkerumun dan seorang pria berumur kira-kira 25 tahun, tergeletak di tepi trotoar antara sadar dan tidak sadar. Tanpa sempat memakai alas kaki, saya ikut berlari. Dia berusaha bangun namun orang-orang sekitar melarangnya. Saya juga mencoba melarangnya karena biasanya jika orang baru saja terjatuh, dia mengalami guncangan hebat (apalagi kepalanya berada di tanah).


Saya teringat ketika SMA, teman saya berboncengan dengan adiknya dan mengalami kecelakaan. Saat itu, adiknya masih bisa bangun dan duduk lagi di sepeda motor namun sampai di rumah sakit, menghembuskan nafas terakhir karena terjadi pendarahan otak (gegar otak).


Orang tersebut merintih karena kakinya tak bisa digerakkan. Nampaknya ia mengalami patah tulang. Tak ada darah keluar dari kakinya tapi benar-benar kakinya tak dapat digerakkan namun sudah membengkok.


Sepeda motornya sudah remuk tak berbentuk. Sementara beberapa meter di dekat motor yang hancur itu, ada mobil yang sudah ringsek depannya namun pengemudinya tak lagi di mobil itu.


Dari cerita para saksi, kejadiannya begini: Mobil Forsa Amenity melaju dari arah barat jalan Bausasran menuju ke timur (beberapa meter dari rumah murid saya). Pengemudinya baru belajar mengemudi. Mobil tersebut menabrak sebuah motor Mio yang berjalan dari arah yang sama. Pengendara Mio pun tergeletak (saya malah tak menemukan pengemudi Mio ini!). Menurut pak polisi sih, pengendara Mio ini lukanya sangat parah. Menurut orang-orang disekitar situ, pengemudi Forsa tak bisa mengendalikan dirinya, gugup. Bukannya menginjak rem, malah menginjak pedal gas menjadi lebih kencang. Sementara dia dalam kegugupan dan menginjak pedal gas sehingga kecepatannya bertambah dia juga membanting stir ke kanan. Pada saat bersamaan datanglah sepeda motor dari arah berlawanan (timur) dari arah perempatan Gayam – Bausasran dengan kecepatan yang sangat tinggi. Karena posisi mobil sudah memakan badan jalan di kanan jalan dari arah barat, motor tersebut tak bisa lagi menghindari dan mengenai tepat di tengah mobil.


Masih menurut orang-orang disitu, motor tersebut melayang bersama pengemudinya dan pengemudinya pun jatuh seperti di film-film action ketika seorang stunt man sedang melakukan pekerjaannya.


Saya mencoba mencari tau dimana sopir mobil tersebut namun tak ada. Beberapa menit kemudian, datanglah 3 orang polisi lalu lintas. Dan menurut pak polisi ternyata sang sopir telah melarikan diri ke Polsek terdekat untuk meminta perlindungan.


Saya mencoba mengambil gambar motor yang sudah ringsek tersebut. Namun karena jalan yang gelap dan kamera di HP tidak disertai flash, hasilnya ya gelap, seperti makanan gosong! Ketika mencoba memotret mobil yang telah diparkir di tempat yang lebih terang, datanglah seorang yang bertanya pada saya: “Koh, ini mobilnya engkoh?” Saya jawab tidak. Dasar sales, dia malah mengatakan, “Oh, ini kalau dibawa ke bengkel saya (dia menyebutkan tempat bengkel dia bekerja), ini pasti bisa kembali ke asal”


Saya tak bisa membayangkan mengapa orang belajar mengendarai mobil di jalan umum pada malam hari di jalan yang agak gelap! Orang lain yang sudah berhati-hati (pengendara Mio) pun menjadi korban. Pengendara motor yang lain harus menanggung akibat perbuatannya sendiri (ngebut, benjut!). Masih mau ngebut? Siap-siap aja, PECAH NDASE!!!