Friday, May 11, 2007

Koffie

 

Teman-teman,


Seorang teman kasih saya oleh-oleh dari Bandung satu pack kopi. Tulisannya di kemasannya begini:




-----------




Koffie Fabriek




AROMA


BANDOENG




Jalan Banceuy 51


(022) 4230473 (Hunting)


BANDUNG




Wilt U heerlijke Koffie drinken?




Aroma en smaak blijven goed, indien U de Koffie van de zak direct in een gesloten stopfles of blik overplaast.




Niet in de zak laten staan!






Terdjemahannnja:




Maoe minoem Koffie selamanja enak?




Aromanja dan rasanja tinggal tetep, kaloe ini Koffie soeda di boeka dari kantongnja harep dipindahken di stopfles atawa di blik jang tertoetoep rapet.




Djangan tinggal di kantong!




------------------






Wadoeh, ini kopi boeatan Bandoeng tahun 2007, tapi toelisannja koq bikin poesing ja?


Saja boekan peminoem kopi tapi jang saja taoe orang jang berkoeasa di boemi ini adalah Koffie Annan. Makin bingoeng? Kalau begitoe, lebih baik kita orang tidoer sahaja di kolam renang!

Anda Terhubung Ke Mailbox

 

“Telkomsel, Veronika. Anda terhubung ke mailbox 081xxxxxxxxxxx”


“Kotak Suara XL. Tekan bintang untuk tinggalkan pesan………..”


“Mailbox telkomflexi…………………………..”


“Selamat datang di mailbox mobile-8……………….”




Begitulah kita disapa oleh mesin suara ketika nomor yang kita hubungi sedang tidak aktif/dimatikan/bicara/di luar service area……..




Hampir semua operator seluler baik GSM maupun CDMA selalu menghidupkan kotak suara (mailbox) ini di semua nomor. Hal ini dilakukan karena sangat menguntungkan operator.




Yang menelepon harus membayar meskipun tidak bicara dan langsung menutup teleponnya. Yang ditelepon, ketika tau ada panggilan dan masuk ke kotak suara, bisa saja dia akan menghubungi kotak suara untuk mencari tau siapa yang meninggalkan pesan.




Operator mendapat keuntungan dari kerugian yang dialami pihak penelepon atau yang ditelepon. Konsumen? Wah, jelas rugi.




Inilah yang sangat menjengkelkan saya kalau menelepon dan masuk kotak suara. Sementara, yang ditelepon pun belum tentu ‘ngeh’ tapi juga ikut dirugikan. Biasanya, saya lalu mengirim sms agar teman tersebut mematikan mailbox nya.




Caranya?




Telkomsel (Halo, Simpati, As): #222# tekan OK/YES


XL (Xplore, XL Bebas, XL Jempol, XL Jimat): #818# tekan OK/YES


Telkomflexi dan Fren: *520 tekan OK/YES


Tree (3): Gak tau, belum punya 3.


Indosat (Matrix, Mentari, IM3): Gak tau juga! Males pake produk Indosat. Banyak promosinya yang bohong, bokong dan bodong! Dulu pernah pake, waktu tanya cara matiin mailbox, harus ke kantornya. Gak bisa lakukan sendiri. Gitu aja koq repot?






nb:


untuk FREN, ada satu lagi fitur yang perlu dimatikan, yaitu: *400


fitur ini kalau gak dimatikan, ketika kita telepon, nomor yang kita tuju sedang bicara, maka juga masuk mailbox. Padahal, mestinya tidak begitu kan? Yang lebih sopan adalah: “Nomor yang Anda tuju sedang sibuk (the number you’re calling is monkey). Cobalah beberapa saat lagi”

Tuesday, April 17, 2007

Koleksi SIM Card





Ketika awal menggunakan HP, saya menggunakan nomor SIMPATI. Saat ingin ganti kartu HALO, saya mencoba mencari nomor sesuai keinginan saya namun tidak tersedia. Akhirnya pakai saja nomor yang ada.

Suatu ketika, 11 Mei 2004, pada hari ultah seorang teman MPer (siapa ya?), tak sengaja lihat nomor di etalase penjual SIM Card, 0817xxx2904. Nomor Pro-XL. Saya langsung membelinya. Pembelian SIM Card ini ternyata berlanjut pada ketidaksengajaan berikutnya menemukan nomor Flexi (0274) 7xx2904. Setelah itu, hunting nomor SIM Card seperti menjadi hobby dan virus akut (istilah seorang teman MPer) yang tak direncanakan sebelumnya.

Merasa tak puas dengan kartu HALO yang tidak 2904, saya pun mencoba berusaha bagaimana caranya bisa mendapatkan nomor tersebut. Beruntunglah saya punya kenalan pejabat Telkomsel. Saya email beliau, dan keinginan saya terkabul. Inilah nomor yang paling sulit saya dapat! Karena, saya sudah beberapa kali saya mencari nomor ini di Grapari tapi tak pernah dapat. Terima kasih pak Agus xxxxx (nama dirahasiakan, red.)!

Selanjutnya, berburu nomor menjadi hobby tersendiri. Sampai saat ini, koleksi nomor saya mencapai 38. Rencananya, kalau sudah mencapai 100, daftar ke MURI. Muri adalah saudaranya Yon, Yok, (alm) Tony dan Nomo Koeswoyo.

Kegemaran mengoleksi nomor ini bukannya tanpa halangan. Suatu ketika, saya kehilangan nomor sebanyak 7 buah. Setelah saya telusuri, ternyata nomor itu telah dicuri tukang yang bekerja membetulkan rumah. Rasanya, saya mau marah saja! Dengan penyelidikan yang bisa dipertanggungjawabkan, saya bisa menyimpulkannya dan saya panggil tukang itu. Ingin sekali mukul sang maling seperti yang terjadi pada siswa di IPDN!

Awalnya, sang tukang tidak mengaku. Setelah saya ancam akan saya laporkan polisi, baru dia mengaku. Sampai-sampai, bapaknya pun datang untuk minta maaf. Ganteng-ganteng koq nyolong? Meskipun ganteng, kalau maling ya tetap maling!

Kejengkelan saat berburu nomor terjadi ketika jika di penjualnya, tersedia nomor 2901, 2902, 2903, 2905, 2906, dst. 2904 udah terjual!!! Ini terjadi berkali-kali dan entah mengapa ini sangat sering terjadi jika sedang hunting nomor Mentari dan Simpati! Makanya, koleksi nomor Mentari dan Simpati tidak banyak. Saya cuma punya 1 nomor Mentari. Itu pun, cover nya hilang karena kelakukan si tukang maling dan maling tukang.

Kalau ada yang mau nyumbang simcard dengan nomor akhir 2904, saya gak nolak. Tuhan pasti membalas kebaikan teman-teman. Setuju???


Wednesday, April 11, 2007

brontok, brondong, brokong

Friends,


2 hari yang lalu, maksain ke warnet yang bukan langganan. Waktu mau log in yahoo gak bisa. sampai berulang2. terus, DL dari babikecap. stlh selesai, file yang ekstensi .mp3 itu berubah jadi apa geto?


colokin flashdisk, waktu di explore, para folder di fd itu sudah berwarna hitam dan membentuk folder baru dengan ekstensi .exe. Wadauwwwwwwwwww ini pasti brontok!!!!


besoknya, langsung cari anti brontok gratisan. susah amat ya? apa memang kurang canggih dalam search yang gratis?


2 hari ini, kehidupan jadi kaco deh. gara-gara brontok yang brondong dan brokong itu!!!@@@@???????


Bagaimana caranya ya membasmi dan mendapatkan pembasmi brontok yang manjur???


pls, i need your help! kaya lagunya The Beatles.


tq a lot.

Thursday, April 5, 2007

Lumpur Lapindo: Lihat mereka…….

 


Perjalanan pulang ke kampung yang mestinya menjadi membuat senang, ternyata harus dibungkus dengan kekhawatiran. Jadwal kereta yang tercantum di tiket pukul 9.10 dari Stasiun Gubeng, Surabaya, meleset jauh. Kereta mengalami keterlambatan. Baru pada pukul 10.30 kereta berangkat menuju ke Jember.


 


Memasuki Porong, kereta harus memperlambat laju kecepatan karena rel kereta sudah digenangi lumpur. Kecepatan yang lambat membuat sebagian penumpang mengarahkan lensa kamera (baik pesawat komunikasi maupun kamera digital) beramai-ramai memotret bencana ini. Penduduk yang memiliki intuisi bisnis pun menawarkan VCD Lumpur Lapindo seharga Rp 10.000,00 per keping. Saya membeli lebih karena kasihan pada penjual. Beberapa penumpang lain juga membeli.


 


Melihat kondisi jalan yang sudah tak layak pakai karena digenangi air bercampur lumpur, rasa kasihan pada penduduk pun muncul. Tanpa harus mencari siapa yang bersalah, entah Lapindo Brantas atau alam, penduduk tetap menjadi korban. Rumah mereka tak lagi bisa dihuni sementara janji ganti rugi hanya menjadi wacana tanpa ada bukti nyata.


 


Sehari sebelum pulang ke Surabaya, dipastikan kereta jurusan Jember – Surabaya tak beroperasi. Saya membatalkan tiket yang sudah saya beli seminggu sebelumnya. Saya dan anak terpaksa naik bus. Di terminal, kami pun harus menunggu beberapa saat sebelum mendapatkan bis patas. Bagian informasi yang ditanya jadwal keberangkatan bis awalnya mengatakan bis berangkat pukul 8.00. Pukul 8.00, ketika bis patas yang kami tunggu tak muncul, saya bertanya lagi pada bagian informasi dan dijawab bis patas tak beroperasi. Mengapa pelayanan di Indonesia selalu berwajah buruk dan selalu berbohong?


 


Ketika akan memutuskan naik bis ekonomi, bis patas datang. Pertanyaan yang sama, mengapa petugas di bagian informasi harus berbohong? Hanya untuk informasi seperti ini saja harus berbohong. Makanya Indonesia gak pernah bisa maju karena pejabat-pejabatnya suka bohong meskipun hal-hal kecil.


 


Sopir yang ditanya jam berapa sampai di Surabaya tak berani memberi jaminan kepastian karena rute perjalanan pun diubah memutar ke Mojokerto terlebih dahulu. Wah, terbayang betapa perjalanan normal 4 jam harus berubah menjadi 6 atau 7 jam?


 


Untungnya, rute via Mojokerto tak terjadi. Teman saya mengirim SMS, “itung-itung sambil piknik, mas!” Nakal juga komentar teman yang satu ini. Sesampai di Porong, kamera digital kembali beraksi. Kami melewati rute beberapa hari sebelumnya. Perbedaannya, rel kereta sudah tak dapat lagi dilihat.


 


Saya tertarik pada 2 spanduk yang terpampang di jalan masuk pembuatan tanggul yang berbunyi:


 


“Hay Antek Lapindo DENGARKANLAH!!!


Tangisan dan Rintihan Rakyat Kecil menunggumu


Tegakkan hukum di Indonesia dalam porsi yang sebenar


nya dan pihak lapindo tidak ada macam2


Sertifikat petok D atau letter C HARUS DIBAYAR!!!”


 


dan 


 


“Kami warga korban Lumpur


Memberi batas pembayaran sampai 31 Maret 07


Jika Tidak!!! Seluruh kegiatan Lapindo


HARUS DIHENTIKAN”


 


 


Nampaknya, penduduk sudah bosan dengan janji-janji yang berupa wacana dan kebohongan-kebohongan yang selalu melintasi udara kehidupan kita.


 


Sampai kapan, penduduk/rakyat kecil menjadi korban kebohongan dan pendengar wacana yang indah-indah?


 


 


Yogyakarta, 5 April 2007


 


foto-foto baru ada di album Lumpur Lapindo

Friday, March 30, 2007

HUMOR ANGGOTA DPR & LAPTOP

friends,


dagelan berikut sudah banyak beredar di milis-milis maupun dimana aja. saya suka dan pingin juga ikut lucu-lucuan......


 


HUMOR ANGGOTA DPR & LAPTOP


Anggota DPR: "Mba, laptopnya salah."
Customer Service: "Salah gimana pak?"
Anggota DPR: "Laptopnya nggak mau hidup."
CS: "Sudah tekan tombol power pak?"
Anggota DPR: "Tombol powernya sebelah mana mba?"

****

Anggota DPR: "Mba, saya mau konek ke internet nggak bisa, kenapa ya?"
Customer service: "Nggak bisanya kenapa?"
Anggota DPR: "Saya ketik www.playboy. com, gambarnya nggak keluar."
Customer service: "Pesan errornya apa pak?"
Anggota DPR: "Nggak ada pesan error, pokoknya saya ketik playboy.com di
addressnya, nggak muncul gambar sama sekali."
Customer service: "Bapak koneksi internetnya pakai apa, dial up, hotspot?"
Anggota DPR: "Pakai gambar yang ada tulisan e (maksudnya internet explorer)."
Customer service: "Maksudku, bapak langganan internetnya pakai ISP apa, lalu cara koneksi internetnya pakai dial-up atau hotspot, mungkin settingnya ada yang salah."
Anggota DPR: "ISP itu apa sih mba?"
Customer service: "Wah ini sih 50 x 2 pak.."
Anggota DPR: "Apa tuh mba?"
Customer service: "CAPE' DEH!!"

******

Anggota DPR: "Mba' saya ingin daftar account di yahoo.com kok nggak bisa ya?"
Customer service: "Nggak bisa kenapa pak?"
Anggota DPR: "Ada tulisan, paswort is nat long inof, suld bi mor ten 8 karakter"
Customer service: "Itu maksudnya, password bapak minimal 8 huruf."
Anggota DPR: "Oooo...oke deh.., saya coba dulu." <tunggu beberapa menit>
Anggota DPR: "Mba password minimal delapan huruf itu delapannya pakai angka 8 atau ejaan delapan?"
Customer service: "Maksudnya?"
Anggota DPR: "Saya suda tulis di kolom password minimal 8 huruf, tapi bingung mau tulis delapannya, pakai angka delapan atau ejaan huruf 'delapan'."
Customer service: "Ketik ini aja pak..C Spasi D."
Anggota DPR: "Apa tuh?"
Customer service: "CAPE' DEH !!!"

****

Anggota DPR: "Mba' kalau muter film di laptop, gimana caranya ya?
CS: "Ada dvd playernya kan pak?"
Anggota DPR: "Sebelah mana tuh mba?"
CS: "Disamping kanan, pak. kalau di tekan tombolnya nanti, piringan discnya keluar."
Anggota DPR: "Ooooo.... yang keluar itu, piringan disc ya? Udah patah tuh kemarin."
CS: "Kok bisa patah?"
Anggota DPR: "Saya kira tempat buat naruh gelas minuman."

******

Anggota DPR: "Komputer saya rasanya kena virus"
CS: "Virus apa tuh pak?"
Anggota DPR: "Kurang tahu juga, setiap mau cetak ke printer, selalu ada tulisan kennot fain printer."
CS: "Itu mungkin salah setting pak."
Anggota DPR: "Settingnya udah bener kok, kemarin aja bisa nyetak, tapi sekarang nggak bisa.
Saya sudah tunjukkin printernya di depan laptop, tetap aja dia terus-terusan "searchng printer not found." Kayanya webcamnya rusak, nggak bisa lihat printer."
CS: "Mendadak laper nih Pak, ingin makan tape.."
Anggota DPR: "Lho..kok begitu?"
CS: "TAPE DEH !!!!"

********

Anggota DPR: "Mba, kalau mau baca blognya si artist anu dimana ya?"
CS: "Bapak cari aja di google."
Anggota DPR: "Tapi si artist anu nggak kerja di google kok mba, saya tahu persis."
"CAPE' DEH !!!"


 


 


source: milis yang aku ikuti

Sunday, March 11, 2007

Mbah Tardjo: SBY & Sultan Harus Diruwat

detikcom - SBY & Sultan Harus Diruwat


 


07/03/2007 13:15 WIB


Mbah Tardjo: SBY & Sultan Harus Diruwat


Muhammad Nur Hayid - detikcom


 


Jakarta - Banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia menunjukkan Tuhan tidak  lagi memberikan peringatan secara halus kepada rakyat Indonesia. Presiden SBY dan kabinetnya pun harus diruwat.


 


Ruwatan diharapkan bisa memperbaiki seluruh elemen bangsa. Usulan itu disampaikan lagi oleh Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/3/2007) menyusul gempa di Sumbar dan terbakarnya Garuda di Yogya.


 


Sebelumnya dia juga mengusulkan SBY diruwat ketika AdamAir gagal landing di Bandara Juanda dan KM Levina I terbakar.


 


"Presiden SBY perlu diruwat. Bisa di istana bisa di Yogya, Parangtritis, karena bencana sudah cukup banyak," tutur Mbah Tardjo.


 


Ruwatan juga harus dilakukan untuk Sultan Hamengkubuwono X, karena aura yang dilihat di Yogya selama ini sudah merah.


 


"Setelah Yogya yang adem ayem tiba-tiba diguncang gempa, sekarang pesawat terbakar. Sultan harus diruwat juga itu," seloroh Tardjo.


 


Ruwatan ini sebagai bentuk memohon keselamatan terhadap seluruh elemen bangsa yang saat ini sedang mendapat peringatan dan ujian.


 


"Kalau diruwat, presiden, wapres, menteri harus datang. Saya juga akan datang," katanya.


 


(umi/nrl)


 


 


source:


http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/07/time/131541/idnews/750979/idkanal/10


 


 


 


Comment:


Lho, apa para ketua dan anggota DPR juga tak perlu diruwat? Bukankah mereka juga sering membohongi rakyat yang katanya mereka wakili? Kalau sudah urusan duit, mana ingat pada rakyatnya? Apa benar memperjuangkan nasib rakyat?


 


Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak.


 


Perlu di lasik?